Tulis & Tekan Enter
images

Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Yono Suherman

Wakil Ketua Yono Suherman Imbau Pedagang Jangan Permainkan Harga Komoditas

Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - Demi memastikan penyebab kenaikan harga komoditas sejak usai Lebaran. DPRD Balikpapan akan mengusulkan sidak ke pasar-pasar tradisional milik pemerintah kota. 

Wakil Ketua DPRD Balikpapan Yono Suherman ingin mengetahui penyebab kenaikan harga tersebut. Misalnya benar atau tidak semua ini efek dari kondisi geopolitik yang tidak menentu perang Timur Tengah. 

Dia menegaskan, jangan sampai kenaikan harga komoditas karena pelaku usaha yang memanfaatkan situasi tersebut. “Pemerintah harus mengoreksi bahkan melakukan kegiatan operasi pasar agar kondisi harga kembali normal,” tuturnya, Senin (13/4/2026). 

Kemudian kinerja tim pengendalian inflasi daerah (TPID) harus bisa lebih maksimal dan akurat. Sehingga menjadi atensi bagi para pelaku usaha. “Jangan sampai harga yang tidak terkendali akan semakin merugikan masyarakat,” tegasnya.  

Dia mengimbau pelaku usaha tidak menjadikan ini momen untuk cari untung. “Kami coba berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan supaya ditindaklanjuti apa yang terjadi di pasar saat ini,” sebutnya. 

Yono berharap Bank Indonesia juga sering melakukan sosialisasi dan turun ke lapangan langsung, “Tidak hanya melakukan suatu kegiatan tetapi mungkin tidak mengetahui apa yang terjadi di lapangan,” imbuhnya.

Pihaknya akan konsultasi atau rapat dengar pendapat (RDP) dengan instansi terkait. Guna mendorong stabilitas harga bahan pokok secepatnya normal di pasar. Sehingga memenuhi kebutuhan dan daya beli masyarakat.

Khususnya Bank Indonesia, Dinas Perdagangan dan OPD terkait bisa melakukan kegiatan pemantauan di lapangan secara langsung. Ini untuk menghilangkan kekhawatiran terkait isu nasional maupun internasional.

Dia khawatir, momen ini ikut dimanfaatkan oleh para pelaku pengusaha. Itu menjadi permasalahan kebangsaan maupun negara baik nasional hingga internasional. “Satu dampak yang kita takutkan dan kita khawatirkan semoga dapat teratasi,” pungkasnya. (ang)



Tinggalkan Komentar

//