Kaltimkita.com, BALIKPAPAN — Upaya menjaga kualitas kesehatan masyarakat di Kelurahan Kariangau terus dilakukan dengan pendekatan yang disesuaikan dengan karakter masing-masing persoalan.
Pemerintah kelurahan menilai, penanganan stunting dan Demam Berdarah Dengue (DBD) tidak bisa disamaratakan karena memiliki pola dan tantangan yang berbeda.
Lurah Kariangau, Singgih Aji Wibowo, menjelaskan bahwa stunting merupakan persoalan yang kompleks dan memerlukan intervensi jangka panjang. Kondisi ini dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti asupan gizi, pola asuh keluarga, hingga kondisi kesehatan anak sejak dalam kandungan. “Kalau stunting cakupannya luas, tidak bisa ditangani secara instan. Perlu edukasi berkelanjutan dan keterlibatan keluarga secara menyeluruh,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).
Sebaliknya, kasus DBD cenderung lebih spesifik dan sering muncul dalam pola klaster di lingkungan tertentu. Penyebarannya sangat bergantung pada kondisi lingkungan yang memungkinkan berkembangnya nyamuk pembawa virus.
“Kalau DBD itu berbeda. Biasanya kalau ada satu yang kena, lingkungan sekitar yang paling berpotensi terkena. Jadi penanganannya lebih fokus pada pengendalian lingkungan,” jelasnya.
Selain itu, Singgih juga menyoroti tantangan tersendiri yang dihadapi wilayahnya, yakni tingginya mobilitas warga pendatang yang tidak menetap. Kondisi ini turut memengaruhi data kesehatan, khususnya terkait angka stunting.
Menurutnya, sebagian kasus stunting yang ditemukan di Kariangau diduga sudah terjadi sebelum warga tersebut datang. Hal ini membuat angka stunting di wilayah tersebut terlihat tinggi, meskipun tidak sepenuhnya berasal dari faktor lokal. “Banyak dari mereka datang dengan kondisi yang sudah terbentuk di daerah asal. Ini tentu memengaruhi data yang kita miliki,” ungkapnya.
Untuk penanganan DBD, meskipun tidak ada program khusus di tingkat kelurahan, pengawasan tetap dilakukan secara aktif. Kader posyandu bersama pihak puskesmas rutin melakukan pemantauan jentik nyamuk, memberikan edukasi kepada warga, serta memanfaatkan alat perangkap nyamuk sebagai langkah pencegahan.
Singgih menegaskan bahwa keberhasilan upaya kesehatan di Kariangau sangat bergantung pada peran serta masyarakat. Kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan menjadi kunci utama dalam menekan penyebaran penyakit, terutama DBD. “Langkah sederhana seperti rutin memeriksa jentik nyamuk sangat membantu. Yang penting masyarakat ikut menjaga lingkungannya,” tambahnya.
Dengan berbagai tantangan yang ada, pemerintah kelurahan berharap seluruh warga, baik yang menetap maupun pendatang, dapat bersama-sama menjaga kesehatan lingkungan. Ia menekankan bahwa upaya pencegahan hanya akan efektif jika dilakukan secara kolektif dan berkelanjutan.(ref)


