KaltimKita.com, TANA PASER - Anggota komisi I DPRD Paser Rahmadi menyampaikan pendapatnya tentang penanganan banjir di Kabupaten Paser. Menurutnya dinas terkait harus mengawasi ketat dalam perizinan pembukaan perumahan Tidak hanya perumahan dari pengembang khusus, namun juga kawasan yang harusnya menjadi tempat menampung air.
Pasalnya makin banyak kini titik banjir di Kabupaten Paser. Tidak hanya di sekitar perkotaan Kelurahan Tanah Grogot, namun juga di berbagai kecamatan dan desa.
"Seperti banjir di kecamatan, selain karena dampak lingkungan, pertumbuhan penduduk juga jadi salah satu penyebab," kata Rahmadi, Rabu (8/6/2022).
Selama ini sepertinya masih minim pengawasan pembangunan untuk pemukiman. Politikus Partai Golkar itu menilai pemerintah daerah masih kurang kontrol untuk pengembangan kawasan pemukiman.
Anggota Komisi I DPRD Paser Rahmadi
Masyarakat yang membangun rumah di daerah rawan banjir harusnya ada spesifikasinya. Seperti bentuk panggung. Ditambah lagi perencanaan tata kota perlu disiapkan untuk menampung aliran air drainase.
Sebelumnya Anggota komisi I DPRD Paser Muhammad Saleh mengatakan perlu pengerukan Sungai Kandilo, karena sudah sangat dangkal kondisinya. Budaya masyarakat buang sampah sembarangan juga diakui sulit dirubah.
"Contoh Samarinda yang mengeruk Sungai Karang Mumus, dampaknya sekarang berkurang banjir," kata Saleh. Menurutnya kurang tepat jika drainase yang terus menjadi alasan banjir.
Anggota komisi III DPRD Paser Budi Santoso menegaskan dinas teknis harus fokus satu per satu menangani drainase atau saluran air di pemukiman. Jangan sekali anggaran, banyak titik diperbaiki namun tidak maksimal. "Lebih baik fokus satu titik dulu sampai beres, baru ke titik lainnya," kata Budi. (Adv)