Kaltimkita.com, BALIKPAPAN— Masih adanya anak putus sekolah menjadi perhatian di Kelurahan Margo Mulyo, Balikpapan Barat. Melalui kegiatan Kumpul Bocah, kelurahan mulai mendata sekaligus mendorong anak-anak tersebut untuk kembali melanjutkan pendidikan.
Program ini tidak hanya menjadi ajang berkumpul, tetapi juga menjadi pintu awal bagi anak-anak untuk kembali menemukan semangat belajar.
Lurah Margo Mulyo Aris Yanuar Wibowo, mengatakan, pihaknya memanfaatkan kegiatan ini untuk menjangkau anak-anak yang sudah tidak lagi bersekolah.
Mereka didata dan diarahkan untuk melanjutkan pendidikan melalui Sanggar Kegiatan Belajar (SKB).
“Melalui kegiatan ini, kami bisa mengetahui anak-anak yang sudah tidak sekolah, lalu kami arahkan agar bisa kembali belajar,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).
Langkah ini menjadi bagian dari upaya mencegah anak-anak terjebak dalam lingkungan negatif. Kumpul Bocah diikuti oleh berbagai kalangan anak, mulai dari anak yatim, anak putus sekolah, hingga anak yang masih aktif bersekolah.
Kegiatan ini dirancang agar semua anak bisa berinteraksi tanpa sekat, sekaligus mendapatkan edukasi yang bermanfaat.
Dengan pendekatan yang inklusif, anak-anak tidak merasa dibedakan, melainkan justru didorong untuk saling mendukung.
Tidak seperti kegiatan formal pada umumnya, Kumpul Bocah dikemas dengan konsep bermain sambil belajar.
Permainan edukatif dipadukan dengan materi ringan seputar pendidikan, etika digital, dan pentingnya menjaga semangat belajar.
“Anak-anak terlihat antusias. Mereka ikut permainan, mendengarkan materi, bahkan ada yang mulai tertarik untuk kembali sekolah,” katanya.
Dalam kegiatan ini, anak-anak juga diberikan pemahaman tentang penggunaan gadget secara bijak. Tema yang diangkat tahun ini adalah “Bijak Menggunakan Gadget dan Menjaga Semangat Belajar”.
Kelurahan ingin memastikan anak-anak tidak terjebak pada penggunaan gadget berlebihan yang bisa menjauhkan mereka dari pendidikan.
Melalui Kumpul Bocah, Kelurahan Margo Mulyo berupaya menghadirkan ruang positif bagi anak-anak untuk tumbuh dan berkembang. Program ini diharapkan mampu menjadi jembatan bagi anak-anak yang sempat putus sekolah untuk kembali menata masa depan mereka.
“Kami ingin anak-anak tetap punya kesempatan belajar dan tidak kehilangan arah,” tutupnya.(ref)


