Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - Pola konsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Balikpapan berubah selama Ramadan 1447 Hijriah.
Jika sebelumnya siswa menyantap makanan langsung di sekolah, kini mereka membawa pulang paket tersebut untuk disantap saat berbuka puasa.
Perubahan ini terlihat pada hari pertama distribusi MBG dalam periode Ramadan 1447 H di SMKN 3 Balikpapan, Senin (23/2/2026). Sekitar pukul 11.45 Wita, kendaraan logistik baru tiba memasuki area sekolah dan menurunkan paket makanan.
Kepala SMKN 3 Balikpapan, Sukarni Chandra, memastikan distribusi tetap berlangsung rutin setiap Senin hingga Jumat mengikuti jadwal pembelajaran. Hanya saja, skema konsumsinya disesuaikan dengan ibadah puasa.
"Menunya menu kering yang nanti bisa dinikmati saat berbuka puasa," ujarnya.
Hari pertama Ramadan itu, siswa menerima paket berisi bubur kacang hijau, telur puyuh rebus, telur ayam rebus, dan buah kurma.
Menurut informasi dari SPPG, lanjut Sukarni, telur ayam sebagai pengganti susu UHT yang stoknya kosong. Penyesuaian ini dilakukan agar nilai gizi tetap terpenuhi meskipun ada keterbatasan pasokan.
Dapur SPPG juga mengubah komposisi olahan bubur kacang hijau yang dibuat tanpa santan.
Langkah ini diambil untuk menjaga kualitas makanan karena jeda waktu konsumsi cukup panjang, dari siang hari hingga waktu berbuka tiba. "Sehingga dianggap aman jika baru dikonsumsi setelah berbuka," imbuh Sukarni.
Di SMKN 3 Balikpapan, Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) memegang peran sentral dalam proses penyaluran.
Pembina OSIS, Lusi, menjelaskan bahwa sejak awal program MBG berjalan, siswa OSIS memang bertugas sebagai ujung tombak distribusi. Mereka menerima paket dari petugas lebih dulu, lalu menyalurkannya.
"Petugas MBG-nya intinya anak OSIS, setelah itu kita salurkan ke semua kelas," kata Lusi.
Model distribusi ini membuat alur pembagian lebih terkontrol. Pengurus OSIS memastikan setiap kelas menerima jumlah paket sesuai kebutuhan.
Mereka juga bertanggung jawab penuh atas kelancaran dan ketepatan distribusi. "Pertanggungjawaban distribusi sepenuhnya ada pada pengurus OSIS," tegas Lusi. (zyn)


.jpg)