Tulis & Tekan Enter
images

Kadishub Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurrahman

Anggarkan Rp10 Miliar, Dishub Balikpapan Mulai Penataan Depo Kendaraan

Kaltimkita.com, BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan mulai mematangkan rencana pemulihan dan optimalisasi depo kendaraan sebagai bagian dari strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Program tersebut diawali dengan dukungan anggaran Rp10 miliar dari APBD kota untuk kegiatan lane clearing atau penataan jalur di kawasan depo.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Balikpapan, Muhammad Fadli, menegaskan bahwa langkah ini merupakan tahap awal dari rencana revitalisasi yang lebih besar.

“Anggaran Rp10 miliar ini untuk penataan jalur terlebih dahulu. Kita siapkan kapasitas tampung sekitar 30 unit SRT kendaraan besar sebagai tahap awal,” ujarnya, Senin (23/2/2026).

Ia menjelaskan, konsep revitalisasi depo tidak disusun secara mendadak. “Kami sudah memiliki konsep baru sekaligus kajian bisnis yang matang. Jadi kapan pun anggaran tersedia, baik dari kota maupun provinsi, program ini siap dijalankan,” katanya.

Menurut Fadli, hasil kajian bisnis menunjukkan potensi kontribusi signifikan terhadap PAD Kota Balikpapan. “Proyeksi awal kami, setelah revitalisasi berjalan optimal, depo ini bisa menghasilkan hingga Rp100 miliar per tahun,” ungkapnya.

Ia menilai angka tersebut realistis karena kebutuhan parkir dan logistik kendaraan besar terus meningkat. “Balikpapan ini kota jasa dan industri. Aktivitas distribusi tinggi. Artinya, kebutuhan fasilitas parkir kendaraan berat juga terus bertambah,” jelasnya.

Selain meningkatkan pendapatan daerah, Fadli menekankan bahwa proyek ini juga menyasar perbaikan tata kelola lalu lintas. “Kita ingin parkir liar kendaraan besar di badan jalan bisa ditekan. Kalau depo tertata dan kapasitas cukup, kemacetan di titik-titik tertentu bisa berkurang,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa pendekatan yang digunakan bukan sekadar pembangunan fisik. “Ini bukan hanya bangun fasilitas, tapi transformasi sistem pengelolaan. Kita ingin depo dikelola secara profesional dan berbasis potensi bisnis,” katanya.

Fadli berharap seluruh tahapan administrasi dan teknis dapat segera rampung sehingga proyek bisa direalisasikan dalam waktu dekat. “Kalau semua proses selesai, kita optimistis depo ini bukan hanya memperbaiki tata transportasi, tapi juga menjadi sumber pendapatan baru yang berkelanjutan bagi Kota Balikpapan,” pungkasnya. (rep/Adv Diskominfo Balikpapan)



Tinggalkan Komentar

//