Tulis & Tekan Enter
images

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Alwiati

DKK Balikpapan Dorong Standarisasi Puskesmas Sehat Secara Menyeluruh

Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - Pemerintah Kota Balikpapan terus mendorong peningkatan kualitas layanan kesehatan melalui transformasi menyeluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) agar memenuhi standar “Puskesmas Sehat”. Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Alwiati, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Transformasi ini tidak hanya fokus pada pelayanan medis saja, tetapi juga menyentuh aspek infrastruktur, kompetensi sumber daya manusia, dan pengelolaan lingkungan yang sehat,” ujar Alwiati, Senin (20/4/2026).

Ia menekankan bahwa ketiga aspek tersebut harus berjalan beriringan. “Kalau hanya salah satu yang diperbaiki, hasilnya tidak akan maksimal. Semua harus seimbang agar pelayanan benar-benar berkualitas,” tegasnya.  Menurutnya, salah satu perhatian utama adalah pengelolaan limbah medis di setiap puskesmas. “Kami mewajibkan seluruh puskesmas memiliki Pengolahan Air Limbah atau IPAL. Ini penting agar limbah tidak mencemari lingkungan dan tetap aman bagi masyarakat,” katanya.

Alwiati juga menegaskan pentingnya penerapan standar kebersihan dan keamanan di fasilitas kesehatan. “Puskesmas harus sehat secara menyeluruh, bukan hanya tenaga medisnya, tetapi juga lingkungannya. Kami menerapkan kewaspadaan universal secara ketat agar masyarakat tidak berisiko tertular penyakit saat berobat,” ujarnya.

Untuk menjaga konsistensi standar tersebut, Dinas Kesehatan Kota Balikpapan telah membentuk Tim Pembina Cluster Binaan (TPCB). “Tim ini bertugas melakukan pendampingan rutin, evaluasi, dan monitoring di seluruh puskesmas,” jelasnya. Ia menambahkan, evaluasi dilakukan secara berkala melalui forum Mini Lokakarya. “Setiap tiga bulan kami kumpulkan semua untuk membahas kendala di lapangan dan mencari solusi bersama,” katanya.

Alwiati juga menyinggung respons cepat pemerintah dalam menangani keterbatasan fasilitas. Ia mencontohkan relokasi Puskesmas Margasari yang sebelumnya berada di atas perairan. “Lokasi sebelumnya tidak lagi memenuhi standar akreditasi, sehingga harus direlokasi. Untuk sementara kami menyewa tempat yang lebih layak agar pelayanan tetap berjalan maksimal,” ungkapnya.

Ia memastikan, langkah tersebut bukan solusi jangka panjang. “Pembangunan gedung permanen sudah masuk dalam rencana strategis kami. Ini sedang dipersiapkan secara bertahap,” tambahnya.

Terkait pelayanan harian, Alwiati menegaskan tidak ada kebijakan pembatasan operasional. “Semua puskesmas tetap buka penuh setiap hari kerja. Tidak ada work from home untuk layanan kesehatan, karena masyarakat tetap membutuhkan pelayanan langsung,” tegasnya.

Ia berharap, upaya transformasi ini dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat. “Tujuan utama kami adalah memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang aman, nyaman, dan berkualitas,” pungkasnya. (ref /adv diskominfo Balikpapan)



Tinggalkan Komentar

//