Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - Kecamatan Balikpapan Barat terus memperkuat perannya dalam memberikan pelayanan dan edukasi kepada masyarakat melalui kegiatan sosialisasi yang rutin digelar setiap tahun. Program ini secara khusus menyasar para Ketua Rukun Tetangga (RT) sebagai ujung tombak penyebaran informasi di lingkungan masing-masing.
Camat Balikpapan Barat Erwin Dahri menjelaskan, bahwa materi sosialisasi selalu disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
“Setiap tahun sosialisasi yang dilakukan berganti. Contohnya pada 2025 kita fokus membahas KTP elektronik,” ujar Erwin Senin (20/4/2026).
Ia menegaskan bahwa sosialisasi tersebut bertujuan agar masyarakat memahami pentingnya memiliki identitas resmi berbasis digital. “Kami ingin seluruh warga paham bahwa KTP elektronik itu penting sebagai identitas utama dalam berbagai layanan publik,” katanya.
Memasuki tahun berikutnya, fokus sosialisasi kembali berubah. Pemerintah kecamatan kini menaruh perhatian besar pada sektor pendidikan, khususnya memastikan tidak ada warga yang putus sekolah.
“Tahun 2026 berbeda lagi. Kami hadir memberikan sosialisasi supaya jangan sampai ada warga Balikpapan Barat yang tidak sekolah,” tegasnya.
Raden mengungkapkan, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa akses pendidikan kini semakin terbuka dan terjangkau, bahkan gratis untuk kelompok usia tertentu. Karena itu, peran RT sangat penting untuk menyampaikan informasi tersebut secara langsung kepada warga.
“Kami ingin para RT menjadi corong informasi. Banyak warga yang belum tahu kalau sekolah sekarang bisa diakses dengan mudah, bahkan gratis,” jelasnya.
Selain menyasar anak usia sekolah, program ini juga membuka peluang bagi warga dewasa yang belum memiliki ijazah melalui Sanggar Kegiatan Belajar (SKB).
Menurutnya, program ini menjadi solusi nyata bagi masyarakat yang ingin meningkatkan kualifikasi pendidikan.
“Meskipun usianya 50 tahun, masih bisa mendapatkan ijazah SMA. Ini penting disosialisasikan agar masyarakat tidak merasa terlambat untuk belajar,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberadaan SKB sangat membantu masyarakat usia produktif yang kesulitan mendapatkan pekerjaan karena tidak memiliki ijazah formal.
“Banyak yang sebenarnya masih kuat dan produktif, tapi terkendala ijazah. Misalnya ada lowongan tenaga keamanan dengan syarat minimal SMA, ini bisa jadi peluang kalau mereka ikut SKB,” tuturnya.
Raden juga menjelaskan bahwa program tersebut memberikan kemudahan dari sisi biaya, khususnya bagi peserta usia muda.
“Kalau usia remaja, misalnya 13 tahun, itu gratis. Sedangkan untuk yang sudah berusia lanjut memang ada biaya, tapi tetap terjangkau,” katanya.
Melalui kegiatan sosialisasi yang rutin dilakukan, Kecamatan Balikpapan Barat berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan semakin meningkat.
“Kami ingin masyarakat memanfaatkan fasilitas yang sudah disediakan pemerintah. Pendidikan itu penting, bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk membuka peluang kerja yang lebih baik,” pungkasnya. (ref)

.jpg)
