Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo meminta kepada para pekerja seni Balikpapan agar lebih bijak menentukan aliran genre musik dan aksi panggung mereka, saat berlangsungnya bulan Ramadan 1446 Hijrah.
Ya, hal tersebut disampaikannya seusai menerima kunjungan kerja komite IV DPD RI di aula kantor Pemerintah kota Balikpapan, Selasa (25/2/2025).
Bahkan arahan itu, lanjut Bagus, sudah ditandatanganinya dihadapan para pekerja seni tersebut, saat berkunjung ke kantor Wali Kota.
"Kemarin kami kedatangan pekerja seni. Dan sudah saya tandatangi kemarin, sehingga kami berikan kesempatan pekerja seni untuk boleh memainkan musik, elektone dengan penyanyi yang sesuai memainkan lagu-lagu islami," ungkapnya.
Bagus menekankan kepada para pemusik itu, di mana pada saat manggung (live) baik di resto maupun kafe, tidak boleh memainkan lagu-lagu dangdut koplo maupun aliran rock, namun disarankan untuk merubah genre musiknya menjadi religi.
"Mereka ingin ekpresi, oleh karena itu kami berikan kesempatan, tapi tidak boleh ada aliran musik rock ataupun dangdut koplo. Namun jika mereka mengeksploitasi berlebihan maka terpaksa kami tutup," tegas Bagus.
Bagus menegaskan, bahwa yang menjadi fokusnya di Ramadan kali ini ialah para pekerja seni.
Dikarenakan untuk Tempat Hiburan Malam (THM), tidak ditemukan ada persoalan selama ini, ketika berjalannya bulan puasa. Di mana, tambahnya, para pelaku usaha hiburan itu sudah terbiasa berlaku kondusif dengan menutup tempat THM sebelum Ramadan.
"Selama ini tidak ada masalah kan THM tutup di bulan Ramadan. Jadi yang kami pikirkan itu adalah pekerja seni, sehingga kami cukup adil mempersilahkan mereka bermain supaya masih memiliki pendapatan," tutupnya. (lex)