Tulis & Tekan Enter
images

Balikpapan Bangun Sistem Pelayanan Sosial Terintegrasi Lewat SIPOTER

Kaltimkita.com, BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Sosial (Dinsos) terus memperkuat transformasi pelayanan publik dengan menghadirkan inovasi berbasis digital berupa Sistem Informasi Pelayanan Terpadu (SIPOTER). 

Inovasi ini menjadi langkah strategis dalam mengintegrasikan penanganan berbagai persoalan sosial secara lebih cepat, tepat sasaran, dan terkoordinasi.

Kepala Dinsos Kota Balikpapan, Edy Gunawan, menjelaskan bahwa SIPOTER dirancang sebagai platform kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) yang memungkinkan seluruh laporan masyarakat terkait permasalahan sosial dapat diproses secara real time.

Menurutnya, sistem tersebut mempermudah koordinasi antarinstansi yang terlibat dalam penanganan kasus sosial, sehingga respons yang diberikan kepada masyarakat dapat dilakukan lebih cepat dan akurat.

“SIPOTER memudahkan koordinasi antarinstansi. Semua pihak terhubung dalam satu sistem, sehingga respons terhadap laporan masyarakat bisa dilakukan lebih cepat dan tepat,” ujar Edy, Kamis (9/4/2026).

Ia menjelaskan, dalam implementasinya SIPOTER melibatkan berbagai unsur penting yang berkaitan langsung dengan penanganan masalah sosial di lapangan. Beberapa di antaranya seperti Dinas Sosial, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), tenaga kesehatan, hingga instansi terkait lainnya.

Kolaborasi lintas sektor ini dinilai sangat penting, terutama dalam menangani kasus-kasus mendesak seperti keberadaan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) terlantar, gelandangan, pengemis, hingga kelompok masyarakat rentan yang membutuhkan penanganan segera.

Melalui sistem tersebut, setiap laporan yang masuk akan langsung diverifikasi oleh petugas sebelum didistribusikan kepada instansi yang berwenang untuk ditindaklanjuti. Mekanisme ini dinilai mampu memangkas birokrasi yang sebelumnya berpotensi memperlambat proses penanganan di lapangan.

“Dengan sistem ini, proses penanganan bisa lebih terarah. Begitu ada laporan, langsung diverifikasi dan diteruskan kepada pihak yang memiliki kewenangan untuk mengambil tindakan,” jelasnya.

Selain mempercepat respons terhadap laporan masyarakat, SIPOTER juga berfungsi sebagai basis data sosial yang terintegrasi. Seluruh data terkait permasalahan sosial yang dilaporkan akan tercatat secara sistematis sehingga dapat menjadi bahan evaluasi maupun dasar penyusunan kebijakan pemerintah.

Edy menilai, keberadaan data yang akurat dan terstruktur sangat penting dalam merumuskan program penanganan sosial yang tepat sasaran.

“Dengan data yang terintegrasi, pemerintah bisa melihat kondisi riil di lapangan. Dari situ kebijakan yang dibuat bisa lebih tepat dan sesuai kebutuhan masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, kehadiran SIPOTER merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Balikpapan dalam menghadirkan pelayanan publik yang modern, adaptif, serta responsif terhadap perkembangan zaman.

Menurutnya, kompleksitas persoalan sosial yang terus berkembang menuntut adanya sistem yang mampu bekerja secara cepat, efisien, dan terintegrasi.

Meski demikian, pengembangan SIPOTER masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam hal peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta penguatan infrastruktur teknologi pendukung.

Namun demikian, pihaknya terus melakukan penyempurnaan sistem agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat.

“Kami ingin memastikan setiap warga yang membutuhkan bantuan sosial dapat tertangani dengan cepat, tepat, dan tetap mengedepankan nilai kemanusiaan. SIPOTER menjadi salah satu instrumen penting untuk mewujudkan pelayanan tersebut,” tegas Edy.

Dengan adanya inovasi ini, Balikpapan diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan kualitas layanan sosial di tingkat daerah, tetapi juga menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun sistem pelayanan sosial terpadu yang berkelanjutan. (ref/adv diskominfo Balikpapan)



Tinggalkan Komentar

//