Kaltimkita.com, BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan terus mendorong pengembangan sektor ekonomi kreatif sebagai salah satu upaya membuka peluang usaha dan lapangan kerja bagi generasi muda. Melalui Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora), pemerintah memberikan berbagai pelatihan keterampilan yang menyasar sedikitnya 17 subsektor ekonomi kreatif.
Kepala Disparpora Kota Balikpapan, Cokorda Ratih Kusuma, mengatakan pengembangan ekonomi kreatif menjadi salah satu strategi penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendorong kemandirian pemuda dalam menciptakan peluang ekonomi baru.
“Ekonomi kreatif memiliki potensi besar bagi anak-anak muda. Melalui pelatihan yang kami lakukan, mereka tidak hanya belajar keterampilan, tetapi juga didorong untuk berani memulai usaha sendiri,” ujar Ratih, Kamis (9/4/2026).
Ratih menjelaskan, subsektor ekonomi kreatif yang menjadi fokus pengembangan di Balikpapan cukup beragam. Beberapa di antaranya meliputi barbershop, barista, pembuatan cendera mata, kuliner tradisional, fotografi, kriya, aplikasi gim, hingga produksi film.
Menurutnya, pelatihan tersebut telah menjangkau berbagai kecamatan di Kota Balikpapan dengan melibatkan perwakilan pemuda dari masing-masing wilayah.
“Semua subsektor ini sudah tersebar di kecamatan-kecamatan. Biasanya yang hadir dalam kegiatan merupakan perwakilan dari setiap wilayah, tetapi dampaknya bisa dirasakan lebih luas karena mereka bisa berbagi pengetahuan dengan komunitasnya,” jelasnya.
Selain pelatihan, pemerintah juga memberikan ruang bagi generasi muda untuk menampilkan kreativitas mereka melalui berbagai event dan kompetisi yang digelar secara rutin.
Kegiatan seperti pemilihan pemuda berprestasi, pemuda pelopor, hingga duta pemuda menjadi salah satu wadah bagi anak-anak muda untuk menunjukkan kemampuan dan inovasi yang mereka miliki.
Ratih menilai, keberadaan event tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana memperluas jejaring serta membuka peluang kolaborasi di antara para pelaku kreatif.
“Event seperti ini penting karena anak-anak muda bisa saling bertemu, bertukar ide, dan bahkan membangun kerja sama untuk mengembangkan usaha atau karya kreatif mereka,” katanya.
Di sisi lain, pemerintah juga terus memberikan perhatian pada pengembangan sektor seni melalui pembinaan sanggar-sanggar seni yang sebagian besar dikelola oleh generasi muda.
Menurut Ratih, sanggar seni tidak hanya menjadi ruang berkarya bagi para pelaku seni, tetapi juga dapat berperan dalam menjaga dan mengembangkan kekayaan budaya daerah.
“Kita melihat banyak sanggar seni yang dikelola anak muda dengan kreativitas yang luar biasa. Pemerintah tentu ingin potensi ini terus berkembang,” ujarnya.
Ke depan, Disparpora Balikpapan berencana memperkuat kolaborasi antara pelaku ekonomi kreatif, komunitas seni, dan pemerintah dalam berbagai kegiatan maupun event yang akan digelar.
Langkah ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem kreatif yang lebih kuat sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi generasi muda di Kota Balikpapan.
Dengan berbagai program tersebut, pemerintah optimistis sektor ekonomi kreatif dapat menjadi salah satu motor penggerak pembangunan daerah sekaligus memberikan ruang yang lebih luas bagi generasi muda untuk berkembang dan berkarya. (ref/adv diskominfo Balikpapan)


