Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - Lurah Margasari, Hendra Jaya Prawira mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan melalui kegiatan kerja bakti massal (KBM) sebagai upaya mencegah berbagai penyakit berbasis lingkungan, khususnya Demam Berdarah Dengue (DBD) di Balikpapan. Ia menegaskan bahwa kebersihan lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan kewajiban bersama seluruh warga.
Menurut Hendra, kegiatan kerja bakti menjadi salah satu langkah efektif dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat. Selain menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, KBM juga memperkuat semangat gotong royong yang menjadi nilai penting dalam kehidupan bermasyarakat.
“Melalui kerja bakti massal ini, kami ingin mengajak seluruh warga agar lebih peduli terhadap lingkungan masing-masing. Jangan menunggu ada kasus penyakit dulu baru bergerak. Pencegahan harus dilakukan sejak dini,” ujarnya, Senin (20/4/2026).
Ia menjelaskan, salah satu fokus utama dalam kegiatan tersebut adalah pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Warga diajak untuk melakukan langkah 3M, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, serta mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
Hendra juga menyoroti pentingnya peran kader Jumantik dan Ketua RT dalam menggerakkan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan program kebersihan lingkungan sangat bergantung pada konsistensi di tingkat RT dan partisipasi aktif warga.
“Kami sangat mengapresiasi peran Ketua RT dan kader Jumantik yang selama ini aktif melakukan pemantauan jentik serta mengedukasi warga. Ini menjadi ujung tombak dalam upaya pencegahan DBD,” katanya.

Selain itu, pihak kelurahan bersama UPTD Puskesmas Margasari terus melakukan sosialisasi dan pendampingan kepada masyarakat. Edukasi mengenai pola hidup bersih dan sehat dinilai penting agar masyarakat tidak hanya bergerak saat ada kegiatan, tetapi menjadikan kebersihan sebagai kebiasaan sehari-hari.
Hendra menambahkan, kegiatan kerja bakti massal akan dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan di seluruh wilayah Margasari. Hal ini dilakukan untuk memastikan lingkungan tetap terjaga dan bebas dari potensi penyakit.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya seremonial, tetapi menjadi budaya. Jika lingkungan bersih, masyarakat juga akan lebih sehat dan nyaman,” tambahnya.
Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah kelurahan, tenaga kesehatan, dan masyarakat, Kelurahan Margasari optimistis mampu menekan angka kasus DBD serta menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan tertata.
Hendra pun mengimbau warga untuk tidak lengah dan terus menjaga kebersihan lingkungan, baik di rumah maupun di fasilitas umum. Ia menegaskan, upaya kecil yang dilakukan secara bersama-sama akan memberikan dampak besar bagi kesehatan masyarakat secara keseluruhan. (ref)


.jpg)