Kaltimkita.com, BALIKPAPAN — Upaya membangun generasi cerdas terus dilakukan Pemerintah Kelurahan Margasari, Kecamatan Balikpapan Barat. Salah satu langkah yang dilakukan yakni melalui peran Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang aktif menggerakkan kegiatan belajar bagi anak-anak usia dini di lingkungan pesisir.
Program tersebut menjadi bagian dari komitmen kelurahan dalam memastikan anak-anak mendapatkan stimulasi pendidikan sejak dini melalui pendekatan belajar sambil bermain yang menyenangkan.
Lurah Margasari, Hendra Jaya Prawira, menjelaskan bahwa keberadaan Bunda PAUD di tingkat kelurahan memiliki peran penting dalam menggerakkan berbagai kegiatan edukasi bagi anak-anak. Secara struktural, posisi Bunda PAUD biasanya diemban oleh istri lurah yang berperan sebagai pembina kegiatan pendidikan anak usia dini di wilayahnya.
“Bunda PAUD ini menjadi motor penggerak edukasi dini. Setiap tahun ada kegiatan sosialisasi dan pembinaan untuk anak-anak maupun pengelola PAUD yang ada di Margasari,” ujar Hendra, Kamis (9/4/2026).
Ia menjelaskan, berbagai kegiatan PAUD di Margasari dilaksanakan melalui kerja sama antara kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dengan para pengelola lembaga pendidikan nonformal yang ada di lingkungan masyarakat.
Kegiatan tersebut dirancang dengan konsep interaktif agar anak-anak dapat belajar secara menyenangkan sekaligus menanamkan nilai-nilai positif sejak usia dini.
Menurut Hendra, pendekatan pendidikan yang digunakan disesuaikan dengan kondisi wilayah Margasari yang sebagian besar merupakan kawasan pesisir.
“Anak-anak di Margasari banyak yang tinggal di kawasan pesisir. Karena itu pendekatannya dibuat lebih menyenangkan, mereka belajar sambil bermain sehingga tidak merasa terbebani,” jelasnya.
Selain memberikan pendidikan dasar bagi anak-anak, program Bunda PAUD juga mencakup pembinaan bagi para guru serta pengelola PAUD. Pembinaan tersebut dilakukan melalui berbagai pelatihan terkait kurikulum tematik, metode pembelajaran kreatif, serta teknik mengajar yang lebih interaktif.
Dengan metode pembelajaran yang lebih variatif, diharapkan anak-anak dapat lebih aktif dan memiliki minat belajar yang tinggi sejak dini.
“Kami ingin anak-anak lebih aktif dan senang belajar. PAUD harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan penuh semangat positif bagi mereka,” tuturnya.
Hendra menambahkan, keberadaan Bunda PAUD juga berfungsi sebagai jembatan antara kebijakan pemerintah di bidang pendidikan dengan kebutuhan masyarakat di tingkat kelurahan.
Menurutnya, masih banyak orang tua yang belum sepenuhnya memahami pentingnya pendidikan anak usia dini sebagai fondasi perkembangan anak.
“Tidak semua orang tua memahami pentingnya pendidikan usia dini. Di sinilah peran Bunda PAUD membantu kami menyampaikan pesan itu langsung kepada masyarakat,” ungkapnya.
Ke depan, Pemerintah Kelurahan Margasari juga berencana mengintegrasikan kegiatan Bunda PAUD dengan program literasi anak yang telah berjalan melalui Perpustakaan Margasari.
Langkah ini diharapkan dapat membiasakan anak-anak untuk gemar membaca sejak usia dini serta memperluas akses belajar bagi anak-anak yang tinggal di kawasan pesisir.
“Supaya anak-anak terbiasa membaca sejak kecil. Kami ingin pendidikan di wilayah pesisir juga terus berkembang dan tidak tertinggal,” tegas Hendra. (ref)


.jpg)